DISDIKBUD HULU SUNGAI UTARA http://disdikhsu.org Situs Resmi Dinas Pendidikan Hulu Sungai Utara Thu, 9 Sep 2010 13:19:06 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://disdikhsu.org http://disdikhsu.org/images/logo.gif DISDIKBUD HULU SUNGAI UTARA Kata Sambutan http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9507 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9507 Thu, 3 Jun 2010 20:49:31 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Pengantar http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9507 Pengalaman sejarah bangsa-bangsa di dunia menunjukan bahwa pendidikan merupakan faktor penting dan utama bagi kemajuan bangsa. Pendidikan sebagai wahana peningkatan nilai tambah dan kualitas sumber daya manusia mempunyai berbagai fungsi yang berdampak pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Mutu sumber daya manusia suatu bangsa tergantung pada mutu pendidikan. Dengan berbagai strategi, perbaikan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan mutu siswa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dasar, penguasaan bahasa asing dan penanaman sikap dan prilaku yang mencerminkan budi pekerti.

Untuk mencapai hal tersebut di atas, pendidikan merupakan wahana efektif dalam membangun kembali citra positif bangsa Indonesia di masyarakat global. Upaya peningkatan kecerdasan bangsa dan kesadaran ilmiah bagi pengembangan sumber daya manusia untuk masa depan merupakan usaha yang sangat penting agar generasi mendatang mampu berperan serta dan mengikuti laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, dilakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada kreativitas siswa dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi melalui berbagai bidang lomba, baik dalam hal lomba sains maupun dalam bidang olahraga.
Berbagai ajang lomba itu dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa-siswi kita berkompetisi dengan rekan-rekannya. Upaya ini juga diharapkan dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan umum serta madrasah. Dari sini pulalah diharapkan terjadi kompetisi antarsiswa dan antarsekolah secara sehat untuk terus menerus meningkatkan mutu pembelajaran.
Ada beberapa sekolah yang meski mengalami keterbatasan pendanaan namun memiliki kreativitas yang pada akhirnya bisa berkompetisi dengan sekolah lainnya. Sekolah-sekolah kreatif inilah yang diharapkan banyak muncul di masa-masa mendatang. Melalui wahana pembelajaran di luar jam-jam efektif yang dikemas dalam kegiatan ekstrakurikuler, atau klub-klub sains, misalnya, ternyata berhasil memperdalam kapasitas keilmuan bagi para siswa-siswinya.
Semoga, dengan terlaksananya Seleksi Olimpiade Sains dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional ini bisa lebih memacu lagi kegairahan pelajar untuk lebih berprestasi. Tidak lupa, juga kepada siswa-siswi di sekolah agar memberi sumbangsih dan termotivasi untuk mengharumkan namanya, sekolahnya, daerahnya bahkan nama bangsa Indonesia di kancah rimba raya ilmu pengetahuan.

Amuntai,   Oktober 2009
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten Hulu Sungai Utara,



Drs. Hery Priyanto

]]>
http://disdikhsu.org/rss-comments/
Sekapur Sirih http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9752 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9752 Thu, 3 Jun 2010 20:49:20 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Pengantar http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9752 Alhamdulillah, memasuki tahun ajaran baru 2009/2010 ini kita kembali melahirkan ide baru, demi membantu para pencari data, apakah Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara khususnya, Pemerintah Pusat pada umumnya, sebagai petunjuk untuk membuat keputusan yang berkenaan dunia pendidikan didunia tercinta ini.

Para pengguna pendidikan dalam mengukur kemajuan atau kemunduran pendikan dari masa kemasa, Mahasiswa, masyarakat umum peduli pendidikan sebagai bahan untuk dikaji demi mencari sebuah kesimpulan baru untuk lebih memacu dunia pendidikan agar lebih bermakna pada semua masyarakat banua. Dan insan-insan pengabdi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajarannya hingga pelosok desa dalam mengukur jerih payah perjuangan yang telah dikerjakan selama ini, apakah telah memberi makna bagi sebuah kemajuan peserta didik dan kemajuan dunia pendidikan.

Kepada tim penyusun dan semua pihak yang terlibat dalam penyusunan website ini, saya selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, mengucapkan banyak terimakasih. Semoga website ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Akhirnya kepada pengunjung yang menemukan kekurangan, kehilapan bahkan kesalahan data dalam website ini dapat memberikan kritik, saran, masukan yang konstruktif, untuk diperbaharui pada yang akan datang.


Kepala Dinas,


Drs. Hery Priyanto

]]>
http://disdikhsu.org/rss-comments/
Pelatihan e-Learning berbasis TIK http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=35136 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=35136 Thu, 3 Jun 2010 20:49:09 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Informasi http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=35136 Komunitas e-Eduhusura HSU akan menyelenggarakan Workshop e-Learning berbasis TIK, yang Insya Allah akan diadakan pada:

  • Hari / Tanggal            : Jum'at & Sabtu, 21 & 22 Mei 2010
  • Tempat Pelaksanaan  : Pendopo Disdikbud HSU & SMA Negeri 1 Amuntai
  • Informasi Pendaftaran: 
  1.  
    1. SMK Negeri 2 Amuntai (BpkHeri / Bpk Fahri)
    2. SMA Negeri 1 Amuntai (Bpk Arifuddin)
    3. SMP Negeri 4 Amuntai (Ibu Putri Ariani)
    4. MIN Teluk Daun/Warnet Junjung Buih (Abdul Wahid)

 

        • Biaya Pendaftaran : Rp. 100.000,- sudah termasuk
          • Konsumsi
          • Sertifikat
          • Koneksi Internet
          • Materi Pelatihan

        Segera daftarkan diri anda

        Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan "CANDI AGUNG KOMPUTER"

         

        Panitia Pelaksana

         

        e-DUHUSURA

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik Guru SMA, MA dan SMK Negeri & Swasta Se Kabupaten Hulu Sungai Utara http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=12821 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=12821 Thu, 3 Jun 2010 20:48:55 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Dikmen http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=12821

        Pada hari ini Selasa 3 Nopember 2009 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara Drs. Hery Priyanto, dengan Resmi membuka acara Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik SMA, MA dan SMK Se Kabupaten Hulu Sungai Utara.

         

        Kepala Bidang Bina Pendidikan SMP, SMA dan SMK, H. MAshudi, S.Sos mengatakan “Pelatihan kompetensi tenaga guru ini bertujuan agar para peserta nantinya dapat memahami konsep kompetensi guru yang profesional yaitu memahami persyaratan profesinya, memahami kompetensi pribadi dan memahami kompetensi profesionalnya, yang nantinya akan dijabarkan oleh para instruktur dalam materi tsb.

        Kami juga menanbahkan materi pencegahan HIV dari Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara Oleh dr Ivan  Haryadi. Yang nantinya harus disampaikan kepada para siswa(i) disekolah masing-masing

        Dengan materi-materi ini diharapkan para peserta mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yg efektif, cara mengajar yg efektifsehingga para siswa kita dapat meningkatkan mutunya(kualitas) dan dapat pula meningkatkan kesempatan belajar bagi siswa (kuantitas)

        Ditambahkan juga oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara Drs. Hery Priyanto pada sambutannya dan sekaligus membuka secara resmi pelatihan kompetensi guru se  Kabupaten Hulu Sungai Utara " Untuk menuju seorang pendidik yang profesional pada dasarnya harusmempunyai kemampuan diantaranya :

        1. Punyakemauan baik, punya kemampuan baik (ideal)
        2. Kemauannya bagus kemampuannya kurang bagus
        3. Kemauannya kurang bagus tapi kemampuannya bagus
        4. kemauannya kurang bagus, kemampuannya tidak bagus (plg jelek)

        walaupun pelatihan ini masih belum maksimal paling tidak menjadi motivasi bagi rekan-rekan guru semua paling tidak bisa mempunyai kemampuan sperti pada poin 2 (dua) diatas 'kemauanya bagus, kemampuannya kurang bagus' karena kemampuan masih bisa dikembangkan

        Adapun waktu pelaksanaan selama 3  (tiga) hari tgl 3-5 Nopember 2009 waktu jam 13.00 s.d. 17.30 dengan tujuan agar tidak menggangu proses belajar mengajar disekolah mereka masing-masing

        Jumlah peserta ada 25 sekolah SMA, MA dan SMK se Kab HSU, masing-masing sekolah mengirim 4 orang guru untuk menjadi peserta dalam pelatihan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara (bagian Bina Pendidikan SMP,SMA dan SMK/DIKMEN) yang bertempat di Aula Dinas Pendidikan  dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan harapan semuga semua menjadi awal untuk mencapai tujuan ke profesionalan seorang pendidik.

         

        Materi yang akan disampaikan antara lain sbb :

        Materi yang disampaikan

        Nara sumber

        ·            Persyaratan profesi guru

        ·            Sertifikasi guru

         

        H. Misran, S.Sos, S.Pd

        (pengawas SLTA disdikbud HSU)

        ·            Pengembangan profesi guru

        Sukmadi, M.Pd

        (pengawas SLTA disdikbud HSU)

        ·            Pencegahan HIV

        dr. Ivan Haryadi

        (Dinas Kesehatan HSU)

        ·            Kompetensi pribadi sosial

        Firtiansyah, S. Pd

        (pengawas SLTA disdikbud HSU)

        ·            Kompetensi profesional

        Drs. Syaiful Anwar

        (pengawas SLTA disdikbud HSU)

        ·            Penelitian Tindakan kelas

        Ahmad Radhani, M.Pd

         

        @Nop 2009 Naje

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        Hasil Seleksi Olimpiade Sains SLTA Tahun 2010 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=31156 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=31156 Thu, 3 Jun 2010 20:48:39 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Kegiatan http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=31156

        Selasa tanggal 13 April 2010 jam 09.00 Wita diadakan pengoreksia lembar jawaban OSN SLTA tahun 2010 bertempat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bag Bina Pendidikan SMP, SMA dan SMK. Tim Koreksi terdiri dari Guru-guru SMP,SMA dan SMK sesuai dengan bidang yang dilombakan, Setelah cek dan ricek lembar jawaban para peserta OSN kemaren terjaringlah para pemenag dan nantinya akan diberikan hadiah kepada yang bersangkutan tapi belum bias di tentukan hari penyerahannya nanti akan di kompirmasi lagi kesekolah-sekolah bersangkutan tentunya mereka juga nanti akan mewakili Kabupaten Hulu Sungai Utara Ke OSN Tingkat Provinsi  di perkirakan awal bulan Agustus 2010. Selamat Kepada Para Juara….

         

        *) RALAT pada mata pelajaran KIMIA sebelumnya pada Juara III tertulis Nama "Indah Laili.R " yang sebenarnya Indah Dwi Astuti terimakasih atas perhatiannya 

         

        Hasil Seleksi Olimpiade Sains SLTA

        Tingkat Kabupaten Hulu Sungai Utara  Tahun 2010

        Matematika

        No

        Nama Siswa

        Asal Sekolah

        Niali

        Juara

        1

        2

        3

        Anyelir Puspita Sari

        Mawarni

        Hendra Setiawan

        SMAN 1 Amuntai

        MAN 1 Amuntai

        SMAN 2 Amuntai

        10

        8

        6

        I

        II

        III

        Kimia

        1

        2

        3

        Ahmad Azhar Basyir

        Normilawati

        Indah Dwi Astuti

        SMAN 1 S.Pandan

        SMAN 1 Amuntai

        SMAN 1 Amuntai

        112

        82

        74

        I

        II
        III

        Fisika

        1

        2

        3

        Mulyna

        Winsa Wira. W

        Abdurrahman. AS

        SMAN 1 Amuntai

        SMAN 1 S. Pandan

        MA Asy Syafi’iyah

        102

        60

        52

        I
        II
        III

        Biologi

        1

        2

        3

        Nelly Yulida

        Ella Zulianna Safitri

        Ida Agustina

        MAN 2 Amuntai

        SMAN 1 Amuntai

        SMAN 1 S. Pandan

        96

        80

        78

        I
        II
        III

        Komputer

        1

        2

        3

        Abu Ridha

        Antony Anwari Rahman

        Hidayatullah

        MAN 1 Amuntai

        SMAN 1 S. Pandan

        SMAN 1 Dn. Panggang

        130

        110

        100

        I

        II

        III

        Ekonomi

        1

        2

        3

        Risti Nordini

        Emelda Yasha

        Rinawati

        SMAN 1 Amuntai

        SMAN 1 Amuntai

        MAN 2 Amuntai

        108

        104

        100

        I
        II
        III

        Astronomi

        1

        2

        3

        Ita Iriani

        Zaitun

        Khalilah

        MAN 1 Amuntai

        MAN 4 Amuntai

        SMAN 1 S. Pandan

        88

        80

        72

        I
        II
        III

        Kebumian

        1

        2

        3

        Indra Wahyudi

        Rahmatul Ulya

        Hekmahria

        SMAN 1 Amuntai

        SMAN 1 S.Pandan

        SMAN 1 S.Pandan

        70

        53

        33

        I
        II
        III

         

           Amuntai, 13 April 2010

            Kabid Bina Pendidikan SMP,SMA dan SMK

         

         

                                                                                                               

            H. MASHUDI. S.Sos

            NIP. 19551118 197803 1 003

         

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        Seleksi Olimpiade Sains SLTA 2010 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=31046 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=31046 Thu, 3 Jun 2010 20:48:25 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Kegiatan http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=31046 Direktorat pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Dersiknas telah melakukan berbagai lemda-lomba baik tingkat Nasional maupun Internasiional, upaya kegiatan lomba diharapkan dapat meningkatkan mutu siswa dan menguasai ilmu-ilmu dasar. Penguasaan bahasa asing serta dapat membina sikap perilaku dan budi pekerti yang baik.

        Pada hari ini Senin tanggal 12 April 2010 bertempat di SMA Negeri 1 Amuntai dilaksanakan seleksi peserta Olimpiade Sains SLTATingkat Kab/Kota, para peserta berasal dari beberapa sekolah SMA dan MA Negeri dan Swasta se Kabupaten Hulu Sungai Utara, ada 8(delapan) bidang mata pelajaran yang dilombakan yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi Komputer, Astronomi, Ekonomi dan Kebumian dengan kriteria peserta sbb :

        1. Matematika (IMO) siswa kelas X dan XI dengan nilai mata pelajaran matematika min   7,5
        2. Fisika (IPhO) siswa kelas X dan XI dengan nilai mata pelajaran Fisika min 7,5
        3. Kimia (IChO) siswa kelas X dan XI dengan nilai mata pelajaran Kimia min 7,5
        4. Biologi (IBO) siswa kelas X dan XI dengan nilai mata pelajaran Biologi min 7,5
        5. Komputer (IOI) menguasai program bahasa pascal dan penalaran Analitik
        6. Astronomi (IOAA) dan IAO usia tidak lebih dari 17 tahun 
        7. Ekonomi nilai mata pelajaran Ekonomi min 8,0
        8. Kebumian Geo Scinece (IESO) memiliki ketertarikan terhadap ilmu kebumian Nilai georgafi, fisika, matematika, kimia min 7,0 dan usia tidak lebih dari 17 tahun
        9. Merupakan pemenang I, II, dan III dari setiap sekolah untuk setiap bidang ilmu yang dilombakan. 

        Tujuan  dilaksanakan seleksi peserta OSN tingkat Kab/Kota tahun 2010 ini adalah :

        1. Untuk menjaring siswa yang mempunyai kompetensi/ kemampuan dalam bidang    Matematika, Fisika, Kimia, Biologi Komputer, Astronomi, Kebumian(geo science) dan Ekonomi
        2. Dapat menghasilkan calon yang dapat di andalkan dan diharapkan oleh kab/kota untuk mewakili daerah pada seleksi tingkat Provinsi sampai ketingkat Nasional

        Hasil yang diharapkan dengan dilaksanakan seleksi OSN ini yakni terjaringnya peserta Olimpiade Bidang Matematika, Fisika, Kimia, Biologi Komputer, Astronomi, Ekonomi dan Kebumian dan terpilihnya pemenang Olimpiade tingkat Kab/Kota yang nantiny akan menjadi wakil Kab Hulu Sungai Utara ketingkat selanjutnya!

        Diwaktu yang bersamaan kami sempat menanyakan kesalah seorang peserta seleksi OSN yang mengikuti bidang lomba Kimia yaitu Indah Laili.R  siswa kelas XI IPA B SMA Negeri 1 Amuntai, mengenai bagaimana tingkat kesulitan soal-soal tersebut ? dikatakannya “soalnya gampang-gampang susah tapi alhamdulillah bias terjawab semua dalam waktu 120 menit”

        tik. naje

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        Cerdas Optimal Berkat Stimulasi Dini http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=37011 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=37011 Thu, 3 Jun 2010 20:47:38 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Dikdas http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=37011 "Stimulasi pada masa kecil dapat mempengaruhi kemampuan pengetahuan anak dalam mengembangkan aktivitas berpikir mengenai segala sesuatu yang diserap melalui panca indera. "Stimulasi akan menjadikan sel-sel otak menjadi bercabang-cabang. Ini menunjukkan fungsi berpikir otak lebih maksimal," ujar seorang psikiater, dr Caroline MSc SpKj, di Jayapura,"

        Stimulasi pada masa kecil dapat mempengaruhi kemampuan pengetahuan anak dalam mengembangkan aktivitas berpikir mengenai segala sesuatu yang diserap melalui panca indera. "Stimulasi akan menjadikan sel-sel otak menjadi bercabang-cabang. Ini menunjukkan fungsi berpikir otak lebih maksimal," ujar seorang psikiater, dr Caroline MSc SpKj, di Jayapura, Sabtu (10/10).

        Ia menjelaskan, fase paling peka dalam pembentukan otak sebagai wadah kognitif atau yang biasa dikenal dengan "golden age" adalah usia satu hingga lima tahun, selain pada saat anak masih di dalam kandungan.

        Stimulasi pada periode usia tersebut sangat mempengaruhi luas dan besarnya wadah pengetahuan sehingga menjadikan seseorang memiliki kemampuan berpikir yang luar biasa. Namun, sebaliknya jika wadah pengetahuan tidak pernah mendapat rangsangan, akan menjadi sempit dan kecil sehingga membentuk seorang individu memiliki kemampuan berpikir yang terbatas.

        "Stimulasi pada anak dapat diberikan mulai dari dalam kandungan guna merangsang panca inderanya dalam menerima beragam fakta dari luar yang diberikan orang tua," ujarnya.

        Saat sekarang, menurut dr Caroline, dapat memberikan stimulasi dengan berbagai macam cara baik secara alamiah maupun direkayasa. Prinsipnya adalah informasi yang diberikan sebagai rangsangan tersebut haruslah bersifat kaya atau variatif dan memberi efek positif.

        Stimulasi secara alamiah dapat dilakukan anak dengan sendirinya ketika yang bersangkutan mulai belajar segala sesuatu dari awal. Misalnya belajar berjalan, makan, atau mencoba menarik perhatian orang-orang di sekelilingnya.

        Adapun stimulasi lainnya dapat direkayasa dengan memberikan rangsangan pada setiap inderanya. Misalnya, merangsang penglihatan dengan memberikan warna yang cerah dan terang di dalam kamar tidur atau pada mainannya. Sementara itu, untuk merangsang pendengaran, dapat diberikan bunyi-bunyian berupa musik sejak bayi di dalam kandungan hingga tumbuh menjadi anak.

        "Dalam pemilihan musik, sebaiknya orang tua lebih bijak karena musik bisa mempengaruhi IQ serta pembentukan karakter anak. Ada baiknya sejak masih di dalam kandungan anak sudah diperkenalkan dengan musik klasik, sebab itu lebih baik," jelas Caroline.

        Sedangkan untuk indera perabaan, kain yang mempunyai tingkat kekasaran atau kelembutan yang bervariasi dapat dijadikan media stimulasi. Semua stimulasi tersebut dapat mengembangkan dan memperluas otak anak sebagai wadah kognitif bagi mereka sehingga dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas.

        "Peran orang tua sangat menentukan dalam tumbuh kembang anak. Selain itu, agar anak tidak hanya cerdas dalam hal pengetahuan, pendidikan agama dan moral juga harus distimulus sedari dini," katanya.

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        Kemendiknas Gelar Aksi 'Pembiayaan Pendidikan Bermutu, Hak Untuk Semua' http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=37010 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=37010 Thu, 3 Jun 2010 20:38:51 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Dikmas http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=37010 "Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan menggelar sejumlah kegiatan untuk menunjukkan komitmen serius terhadap pentingnya program 'Pendidikan untuk Semua' melalui 'Pekan Aksi Global Pendidikan untuk Semua 2010'."

        JAKARTA-Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan menggelar sejumlah kegiatan untuk menunjukkan komitmen serius terhadap pentingnya program 'Pendidikan untuk Semua' melalui 'Pekan Aksi Global Pendidikan untuk Semua 2010'.

        Direktur Pendidikan Masyarakat (Ditjen PNFI) Kemendiknas, Ella Yulaelawati, mengatakan, tema tahun ini adalah ‘Pembiayaan Pendidikan Bermutu: Hak untuk Semua’. ''Berbagai kegiatan akan diselenggarakan yang dipusatkan di tiga kota, yaitu di Jakarta, Bandung, dan Makassar pada 19–25,'' ujarnya.

        Menurut Ella, berbagai aspek menyangkut pembiayaan program 'Pendidikan untuk Semua' (PUS) akan dikupas secara komprehensif dalam seminar sehari di Aula Museum Bank Mandiri di Jakarta pada 22 April. Narasumber antara lain Mendiknas Prof Dr Ir Mohammad Nuh, Rektor Universitas Paramadina Mulya Anies Baswedan, dan Abbas Ghazali, PhD (UIN Jakarta), serta Nina Sapti Triaswati PhD (UI).

        Ella menambahkan, aspek pembiayaan program pendidikan untuk semua itu cukup problematis. Sejumlah pertanyaan, katanya, muncul menyangkut aspek pembiayaannya, terutama mengenai berapa sebenarnya standar biaya pendidikan bermutu untuk semua orang. 

        ''Berapa biaya yang dibutuhkan untuk pendidikan anak-anak yang terpinggirkan (marjinal). Kemudian, apakah pembiayaan itu akan bermanfaat atau malah mubazir?'' cetus Ella. ''Soalnya untuk mendidik anak-anak marjinal, pemerintah tidak cukup hanya memikirkan aspek pendidikannya saja, melainkan juga memikirkan aspek kebutuhan dasar mereka.''

        Ella mengemukakan, tidak semua program pendidikan semacam itu dapat menjamin dan menghasilkan produk pendidikan seperti yang diharapkan. ''Di sinilah problemnya. Hal-hal semacam itu akan dijawab dalam seminar nanti,” katanya.

        Selain seminar, kata Ella, ada acara lain yang sengaja diadakan untuk memberikan tekanan pada sasaran program 'Pendidikan untuk Semua', yaitu workshop layanan pendidikan bagi para orang lanjut usia. Acara yang akan diadakan di Bandung pada 23–26 April 2010 itu akan diikuti beberapa lembaga pendidikan dan merupakan hasil kerja sama Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Lembaga Australia.
                    
        Menurut Ella, orang berusia lanjut umumnya tidak bisa mandiri, karena itu mereka akan dididik dengan materi pendidikan kecakapan hidup. Pendidikan itu bertujuan untuk mempersiapkan para orang berusia lanjut agar bisa hidup mandiri dan sehat ''Jika mereka bisa hidup mandiri dan sehat di usia senja, maka biaya hidup mereka akan bisa lebih ditekan. Jadi arahnya untuk efisiensi bagi negara,'' tegasnya.


        Sumber: http://www.republika.co.id/16 april 2010

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        TIDAK ADA BATASAN USIA PROGRAM PEMBERANTASAN BUTA AKSARA http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=37009 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=37009 Thu, 3 Jun 2010 20:26:16 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Dikmas http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=37009 "Membaca merupakan hak semua
        orang sehingga program pemberantasan buta aksara yang dijalankan
        Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tidak akan membatasi
        usia seseorang untuk mengikuti program itu, demikian dikemukakan
        Direktur Pendidikan Masyarakat, Ditjen Pendidikan Nonformal dan
        Informal (PNFI), Kemdiknas RI, Ella Yulaelawati, PhD."


        Jakarta, Membaca merupakan hak semua
        orang sehingga program pemberantasan buta aksara yang dijalankan
        Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tidak akan membatasi
        usia seseorang untuk mengikuti program itu, demikian dikemukakan
        Direktur Pendidikan Masyarakat, Ditjen Pendidikan Nonformal dan
        Informal (PNFI), Kemdiknas RI, Ella Yulaelawati, PhD.

        Menurutnya, ketika berbicara pada Sosialisasi Program Kerja
        Kemitraan Direktorat Pendidikan Masyarakat, Ditjen PNFI Kemdiknas,
        di Gedung Kemdiknas RI di Jakarta, Jumat (16/4), masyarakat yang
        berusia di atas 45 tahun bisa mengikuti program pemberantasan buta
        huruf itu, apalagi membaca wajib sekaligus hak setiap orang.

        Demikian juga masyarakat yang beragama non-Islam, tetap harus
        bisa membaca. Kalau tidak bisa membaca kitab bagaimana mungkin
        hidup bisa tenang, katanya.

        Menurut Ella, akan menjadi mubazir kegiatan yang dilaksanakan
        pemerintah dalam pemberantasan buta aksara yang kebanyakan 65
        persen masih perempuan, apabila mereka buta aksara kembali.

        Oleh karena itu, katanya, diperlukan lingkungan bacaan ataupun
        lingkungan kegiatan yang berkaitan dengan kecakapan hidup yang
        dapat memelihara aktifitas mereka, sehingga mereka tidak buta
        aksara kembali.

        Menurut dia, misi Kemdiknas RI sekarang ini adalah terpenuhinya
        keterlayanan, kemudian keterjangkauan semakin baik, kualitas dan
        kesetaraan juga terus ditingkatkan, demikian juga kesetaraan antara
        kota dan desa, laki-laki dan perempuan, baru setelah itu ada
        keterjaminan.

        Hal penting yang harus dipikirkan saat ini adalah mengenai
        kesetaraan dan kualitas pendidikan non-formal bagi orang-orang yang
        terpinggirkan atau marjinal, terutama pembiayaannya. Apalagi
        prinsip belajar adalah sepanjang hayat, katanya.

        Ia menegaskan bahwa pendidikan masyarakat merupakan proses di
        mana ada program pendidikan yang diprakarsai pemerintah yang
        kemudian diwujudkan secara terpadu dengan upaya masyarakat setempat
        sehingga lebih bermanfaat dalam memberdayakan masyarakat.

        Dengan demikian, pemerintah tidak hanya akan melayani kebutuhan
        masyarakat terhadap pendidikan, tapi juga berupaya untuk mencari
        solusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri selain
        kebutuhan atas pendidikan, katanya.

        Ella menjelaskan hahwa saat ini pihaknya sedang menyusun program
        dan anggaran untuk tahun 2011, sehingga sosialisasi program kinerja
        kemitraan itu sangat bermanfaat apabila memperoleh ide-ide dari
        masyarakat mengenai kebutuhan yang harus dipenuhi pemerintah.

        Ia menjelaskan juga bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan
        pemerintah harus jelas programnya, dan biasanya itu disusun pada
        tahun sebelumnya, oleh karena itu masyarakat, termasuk misalnya
        organisasi Kowani, harus memahami bahwa untuk kesiapan anggaran itu
        harus direncanakan sebelumnya.

        Oleh karena itu, misalnya tahun depan masyarakat menginginkan
        ada anggaran untuk pengembangan dan pemberdayaan kaum perempuan,
        maka saat ini perencanaannya harus dimasukkan, sehingga tahun depan
        anggarannya ada, katanya.

        Dengan demikian, katanya, setiap anggaran yang dikeluarkan
        pemerintah adalah karena adanya perencanaan dan permintaan, dan
        bukan pemberian, atau merupakan kebutuhan yang telah direncanakan
        sebelumnya.


        Sumber: http://www.depkominfo.go.id/16 April 2010

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        Siswa SMPN 2 Jawara Lomba Tari http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=21478 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=21478 Mon, 18 Jan 2010 14:58:52 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Budpar http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=21478 Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMPN) Negeri 2 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), berhasil menjadi juara terbaik dalam pagelaran lomba tari tingkat pelajar.
        Pegelaran Lomba tari yang digelar dalam rangka melestarikan seni dan budaya daerah tersebut, di antaranya memperagakan Tari Baksa Kembang, dilangsungkan di Gedung Pancasila Amuntai.

        Dalam pagelaran yang bertujuan untuk lebih melestarikan seni dan budaya tersebut, berhasil menobatkan Sanggar Tari SMPN 2 Amuntai sebagai yang terbaik.

        Berdasarkan pantauan, lomba yang diikuti 5 kontestan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 4 dari SMP/SMA berlangsung cukup meriah dan terlihat kelompok penari masing-masing sekolah berusaha memperagakan tarian Baksa Kembang yang diperlombakan.

        Tari Baksa Kembang, merupakan sebuah tarian klasik yang bertujuan menyambut para tamu yang datang.

        Kelompok Tari SMPN 2 Amuntai yang terdiri Anggraini, Maya Safitri dan Lisa, terlihat lebih apik dalam memperagakan tarian tersebut, penghayatan lebih terasa, sehingga ketiga dewan juri begitu terpesona dengan lekukan gerak tubuh penari dan pada akhirnya memberikan penilaian yang terbaik sebagai jawara.

        ``Kami berlatih hanya dalam waktu tiga hari saja,’’ ucap Anggaraini, saat
        berbincang dengan wartawan.

        Saat ketiga penari ini berada di atas pentas, terdengar seorang ibu bergumam, ``Saya bangga dan tidak menyangka anakku bisa menari dengan baik,’’ katanya.

        Begitu ditanyakan, sang ibu menyebut penari yang berada di tengah (Maya Safitri.red) dari ketiga penari tersebut.

        Lanjutnya lagi, bahwa Maya Safitri, seringkali memberikan pelajaran bagaimana cara menari yang benar kepada teman-temannya saat latihan menari, baik di rumah maupun di sekolah.

        tik Naje

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        Pelatihan Outbond Siswa http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=17233 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=17233 Thu, 10 Dec 2009 20:36:30 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Dikmen http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=17233 Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara melalui salah satu bidang yang ada didalamnya yakni Bina Pendidikan SMP, SMP dan SMK menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Outbond bagi pengurus OSIS se Kabupaten Hulu Sungai Utara.

        Bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Hulu Sungai Utara pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2009 di adakannya Pelatihan Outbond bagi Pengurus OSIS SMP,MTs,SMA,SMK dan MA Negeri dan Swasta se kabupaten Hulu Sungai Utara.

        Acara pelatihan tersebut dilaksanakan dari tanggal 9 s.d 11 Desember 2009  jam 08.00 s.d 17.00 wita bertempat di Aula Dinas Pendidikan sendiri dan lingkungan sekitar, peserta di antaranya masing-masing sekolah menugaskan pengurus OSIS yang duduk di kelas XII untuk Tingkat SLTP dan kelas XI untuk Tingkat SLTA.

        Dilaksanakannya kegiatan ini dengan tujuan para pengurus OSIS yang ditugaskan sekolah masing-masing tersebut dapat menyerap pelajaran dan banyak mempunyai pengalaman khususnya di bidang Outbond dan nantinya mereka bisa menerapkan disekolah mereka masing-masing pada saat Masa Orientasi Siswa Baru (MOS) tahun ajaran baru mendatang agar nantinya tidak ada lagi perpeloncoan maupun kekerasan dalam pelaksanaan MOS tersebut

        karena biasanya para calon siswa baru merasakan takut untuk mengikuti Masa Orientasi Siswa, diharapkan dengan pembekalan pelatihan ini rasa takut itu mantinya bisa hilang dan dapat menjalin persaudaraan satu sama lainnya antar siswa karena dalam penyelenggaraan Outbond ini tidak hanya dilakukan dengan kekuatan fisik saja melainkan harus ada kerja sama tim dan juga menggunakan pikiran jadi bukan hanya sekedar bermain saja.

        Semoga dengan Platihan yang singkat ini sangant bermanfaat buat kita semua

        tik.Naje

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        MAN 4 Babirik Andalan Daerah Dalam Lomba Sekolah Sehat http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=13984 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=13984 Fri, 13 Nov 2009 10:58:25 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Informasi http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=13984 Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4

         

                       Walaupun berada jauh dari perkotaan, namun berbagai pprestasi yang diraih ileh Madrasah Aliyah Negeri 4 Babirik mampu membawa sekolah ini menjadi wakil Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam lomba sekolah sehat tingkat propinsi Kalsel yang penilaiannnya dilakukan kamis.

                        Adapun prestasi yang diraih sekolah yang berdiri pada tanggal 16 Juni 1988 ini adalah juara dua kemah pramuka, juara satu madrasah berprestasi se HSU tahun 2009, juara satu sekolah sehat tingkat Kabupaten tahun 2009.

                        Selain itu madrasah yang mulai 17 Maret 1997 menyandang status negeri ini juga memiliki kegiatan ekstra kurikuler seperti pramuka, kesenian, keagamaan, olah raga, UKS dan PMR.

                        Kepala MAN 4 Babirik Drs. H. Khamsani mengatakan, selain kegiatan ekstra  kurikuler sekolah yang dipimpinnya dan memiliki akreditasi B sejak tahun 2006, juga melatih para siswanya menjadi dokter remaja bekerjasama dengan puskesmas setempat yang rutin memberikan pelatihan.

                        Terpilihnya sekolah ini sebagai wakil HSU pada lomba tingkat propinsi disambut gembira bukan hanya oleh para siswa dan dewan gurunya yang berjumlah 16 orang saja tetapi juga oleh komite sekolah serta warga babirik.

                        “Prestasi ini merupakan buah partisifasi dari sejumlah lapisan masyarakat” ujarnya. Tim penilai sekolah sehat dari propinsi mengatakan, kabupaten ini merupakan yang ke-12 yang dilakukan penilaian dari 13 kabupaten/kota yang dinilai.

                        Tim yang terdiri dari unsur bagian kesra, dinas pendidikan, kanwil depag, dan kwarda propinsi ini selama sehari melakukan penilaian terhadap pelaksanaan UKS, kantin sekolah, apotik hidup, lingkungan sekolah, kebersihan toilet sesuai dengan instrumen penilaian yang telah ditentukan. @Nop09/naje

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        GURU SENYUM SISWA SENANG Oleh : Fitriansyah,S.Pd. (Pengawas B.K.) DINAS PEND. KAB HSU http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=12468 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=12468 Sat, 31 Oct 2009 18:13:07 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Artikel http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=12468

        I zinkanlah saya mengemukan pendapat, bahwa pendidikan adalah sebuah  pekerjaan raksasa yang sangat mulia , amat berat, sebuah proyek yang berkesinambungan yang tanpa batas. Beruntunglah Anda memilih menjadi guru sebagai profesi, mengapa ? jawabannya tidak semua orang mau dan mampu jadi seorang guru. Kalau orang  materialis  sudut pandang tentang uang, gaji jelas belum begitu memuaskan, meski sudah sertivikasi karena puas itu relative dari sudut pandang masing - masing,   namun masih cukup untuk hidup sederhana, dibanding dengan nasib guru – guru tempo dulu.           Saya ingin mengatakan keuntungan lain, saya memandang pendidikan kalau boleh   berpendapat sama dengan dakwah, karena melihat dari tujuan pendidikan itu sendiri membentuk , membimbing , melatih agar anak dapat menguasai imtek dan imtaq.

          Kekayaan seorang guru bersifat immaterial, non fisik berupa kekayaan sebagai bekal hidup di dunia dan di akhirat kelak jauh lebih panjang untuk dinikmati, sayangnya kekayaan immaterial hanya dipandang sebelah mata karenanya hanya diminati oleh sang guru yang memiliki iman. Dengan iman itu sang guru mampu menimbulkan  energi keikhlasan dalam dirinya untuk membimbing anak didiknya atau guru dalam pekerjaannya  itu.

        Saya katakan pekerjaan raksasa karena tugas guru membentuk dan membangun jiwa dan raga generasi baru untuk menjadi manusia dewasa. Kata “ KH Zainuddin MZ mengatakan “ membangun jembatan penting, namun membangun manusia yang membangun jembatan jauh lebih penting daripada membangun jembatan itu sendiri.

        Dr.David Schwartz penulis buku terkenal bercerita dalam salah satu bukunya :”  Saat menghadiri makan malam ratusan orang hadir saat itu juga orang  memberikan penghargaan kepada nyonya Bower sang guru kelas lima SD. Setelah repsesi usai David penulis itu bertanya; “ Apa yang Anda lakukan untuk anak -  anak murid Anda ? “ dengan hati – hati sang guru itu menjelaskan ,” Saya tidak pernah memandang  anak – anak  murid saya , sebagai anak – anak, saya melatih pikiran saya,  untuk melihat mereka adalah orang yang sedang dalam perjalanan menuju kedewasaan, seperti pohon muda yang tumbuh pelahan – lahan , tetapi pasti menjadi pohon besar “ katanya.

        Luar biasa sang guru yang satu ini pantas ia begitu dihormati , dihargai. Bower,Ia melihat tanggung – jawab pendidikan dengan  tiga dimensi  ; membantu mereka menjadi orang dewasa yang baik ; membantu mereka menjadi warga negara yang baik ; menjadi pekerja yang profesional yang baik. Itulah katanya yang memberi   bimbingan kepada  saya bagaimana saya mengajar, dan apa yang saya akan ajarkan.

        Sungguh beliau suatu contoh pribadi sang guru yang memiliki dedikasi dan tanggung – jawab  yang luar biasa . Bagaimana dengan Anda seorang guru ? pertanyaan ini jawab dalam hati masing – masing. Jika engkau sudah seperti sang guru Bower atau berpikirnya seperti , mendekati sang guru Bower  katakan Alhamdullillah Anda guru yang diharapkan membangun generasi bangsa ini. Anda sadar bahwa pekerjaan sebagai guru itu amanah, Allah tidak salah memilih Anda sebagai guru, Ia percayakan kepada mu sebagai wakilNya dimuka bumi ini untuk mendidik anak bangsa ini, guru yang seperti ia mampu dengan mudah tersenyum mengajar di depan kelas.

        Jika Anda sebagai  guru hanya mengajar cuma sekedar kewajiban saja,  tidak memperhatikan  prilaku , sopan santun, akhlak mulia  Anda perlu belajar merubah jalan pikiran Anda agar menjadi guru yang beruntung , Solusinya :

        Pertama luruskan niat . Tidak kita pungkiri terdapat pemandangan yang kurang baik , dimana sering di sekolah  sebagian guru kebiasaan datang terlambat, dan pulangnya lebih awal dengan berbagai alasan, guru yang lain mengerutu, sudah sertivikasi tetap mengajar seperti itu.  Ini hanya sebuah ilustrasi saja andai ada, diakui atau tidak persoalan hati sering menjadi  sumber masalah. Bila hati keruh hal yang sebenarnya bukan masalah bisa menjadi bermasalah dan lebih – lebih bisa menurunkan semangat mengajar karena keadaan sosial di sekolah tidak kondusif lagi, di depan kelas jadi beban sukar sekali siswa melihat senyum sang guru yang satu ini.

        Nah, unsur yang berkaitan dengan hati adalah niat. Luruskan niatmu. Bukankah “ Setiap amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang tergantung dari apa yang ia niatkan”. ( H.R. Muttafaq ‘Alaih ).

        Niat lurus akan dapat membimbing hati selalu stabil maka hati akan stabil pula, sehingga guru dalam membimbing anak didiknya selalu berwajah ceria, gembira , tersenyum penuh cinta kasih kepada semua siswanya tanpa membedakan satu siswa dengan siswa  lainnya..

        Sentuhan  ini akan sampai ke sasaran hati anak didik. Memang inilah kiat yang dahsyat bagi guru menunjukkan sinyal cinta kepada anak didiknya. Guru yang baik tidak mengerutu bila ada temannya terlambat atau malas mengajar. Ia tetap pada orbitnya karena hatinya terpatri akan kebahagian saat mengajar di kelas , saat berbagi cerita, mengajar bukan beban namun kebahagian dan kepuasan hati di dapatnya saat bersama anak didiknya di kelas. Seperti ikan di air laut meski lautnya asin namun ia tidak ikut asin kena  air laut dikarenakan ikan itu hidup. Ikan seumpama hati yang hidup, hati yang “ zero mens” (meminjam punya Ary ;ESQ) akan mampu berkata “ mendidik adalah sebuah amanah “

         

        Kedua memandang tugas guru sebagai  tugas mulia , seorang guru yang mengajar karena panggilan jiwa akan mampu mengantarkan anak didiknya kepada kehidupan yang lebih baik. Ia akan selalu dapat tersenyum dan menyebarkan cinta kasih kepada anak didiknya. Anak didiknya pun tiada merasa khawatir apalagi takut karena ia tahu sinyal cinta sang guru dapat ditangkap anak didiknya. Anak didik merasa dilindungi karena tingkah  sang guru dapat dirasakannya seperti haus ada air penghapus dahaga itu. Anak didiknya selalu rajin ke sekolah tanpa beban, rajin melaksanakan tugas diberikan sang guru walaupun tugas yang diberikan kadang sulit, namun anak didiknya tidak merasa terbebani karena pancaran kasih sayang sang guru.

          Tidak ada hukuman yang ada nasehat bermakna dirasakan di kelas itu, tidak ada caci - maki yang ada pujian, tidak ada terhempaskan kata marah yang ada kata - kata lembut menyejukan terucap, tidak ada murid dalam kelas itu yang ada sahabat tempat berbagi ilmu pengetahuan. senyum, tawa, canda menghangatkan suasana belajar santai tapi serius dalam belajar Itulah sikap sang guru yang memandang tugas guru sebagai tugas mulia.

        Cinta adalah sikap batin yang melahirkan kelembutan, kesabaran, kreativitas , seperti dicontoh Rasullulah segenap pengikut beliau adalah muridnya yang dikatakan beliau “ sahabat” , seluruh ilmu dan kebajikan yang beliau sampaikan adalah “ pelajaran “  tahapan dakwah yang beliau terapkan adalah “ kurikulum”, cara penyampaian ajaran beliau dapat disebut “ metode “ pembelajaran. Dengan metode kasih sayang itulah Rasullulah berhasil menciptakan kader – kader  pemimpin , seperti Abu bakar, Usman, Umar, Ali dstnya.

        Kesadaran bahwa tugas guru, tugas mulia harus dipupuk subur dalam diri sang guru sehingga sikap semau gue mengajar, sikap malas dapat kita hindari. Bagaimanapun sang guru harus memandang anak seperti bibit yang perlu disemai, dipelihara, dijaga, disiram , dipupuk agar ia dapat menjadi pohon besar yang baik dan berguna nantinya seperti yang dikatakan nyonya Bower guru kelas lima SD itu..

         

          Ketiga memandang bahwa tugas guru juga termasuk amal .   Rasullulah bersabda,” Apa bila anak  Adam mati, maka putuslah seluruh amalnya  kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh yang mendo’akan  ke dua orang tuanya ( H.R. Muslim ).

                    Meminjam kata – kata Ustad Jefri  Hidup bukan untuk hidup, hidup untuk yang Maha Hidup. Allah akan memberikan hadiah yaitu “ surga “ bagi orang yang hidupnya berjuang untuk Allah. Mengajar, mendidik adalah amal jariah dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat yang tiada putus -  putusnya mengalir sebagai amal ibadah meski sudah kita meninggalkan dunia yang fana ini. Hidup ini adalah jembatan menuju negeri yang kekal maka sang guru bijaksana akan dirinya menyiapkan bekal itu dengan penuh pengabdian dan keikhlasan ia berbuat untuk pendidikan anak didiknya di sekolah. Ia manfaatkan hari – hari nya di sekolah untuk menuai amal ibadah menyebarkan kebajikan , membentuk jiwa dan raga anak didiknya dengan dedikasi tinggi penuh kreatif jauh lebih bermanfaat hidup dari pada mengumel dan mengerutu serta membicarakan keburukkan orang lain. Bukankah rasullah bersabda “ manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain”. Disinilah hubungannya yang ingin saya katakan Anda termasuk beruntung memilih guru sebagai profesi. Sekolah ladang menyemai dan menanam kebajikan yang nilainya amat besar dipandang dari segi spiritual, maka tersenyumlah guru pasti siswa Anda senang dan berbahagialah dengan profesi sekarang.

        Keempat mensyukuri apa yang dimiliki .  Ikhlas dan rasa syukur atas apa yang didapat. Rezeki itu sudah ada yang mengatur. Allah tidak salah memberi amanah kepada Anda, engkaulah orang yang pantas memegang amanah itu, jadi hindari keluh kesah tentang apapun yang tidak dipunyai kerena justru akan menjadi beban , sebaliknya jadikan hal itu sebagai motivasi untuk meraih hidup yang diidamkan yakni hidup yang barakah yang diredai Allah.

        Kelima menikmati hidup . Artinya hidup harus dinikmati, sebagai guru. Pemikiran positif membuat seseorang menerima keadaan dengan besar hati , maka kita sebagai guru dapat bekerja dengan totalitas. Guru yang komitmen dengan profesinya akan dapat merasakan kepuasan dan kebahagian tersendiri yang tidak dapat dinikmati orang lain.

        Keenam peduli pada citra diri . Itu sebabnya kita sebagai guru  berusaha tampil baik,  bukan hanya di luar, tapi juga di dalam kelas. karena guru pribadi yang diteladani.yang ditiru, digugu selalu setiap tingkah laku maka citra diri seorang guru pantas kita jaga bersama agar tak lapuk kena panas dan tak lengkang kena hujan.   Selamat hari guru,   selamat berjuang. …….. guru pahlawan tanpa tanda jasa .  *)

         

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        "Panggilan Jiwa" Oleh M. Yunus Guru SMK Negeri 2 Amuntai http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=12467 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=12467 Sat, 31 Oct 2009 18:03:30 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Umum http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=12467 Tugas Guru sederhana, mempermudah yang sulit dan menyederhanakan yang rumit, tapi Guru sering menjerit karena tugasnya dipandang bagai beban menghimpit, mari berpikir luas, agar berkarya serta bebas hingga setiap tugas tunai sampai tuntas, HIDUP GURU jasamu tiada tara bagi Bangsamu.

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        Penerimaan CPNS 23 Oktober 2009 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=10856 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=10856 Mon, 19 Oct 2009 12:33:05 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Informasi http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=10856 dimana pada penerimaan CPNS tahun 2009 ini minimal kualifikasi pendidikan yg akan dibuka yakni diploma II dan yang paling banyak, yakni strata 1 /S1 sehingga untuk pend SLTA kembali tak disediakan seperti penerimaan CPNS 2 th terakhir.

        hal tersebut disampaikan oleh salah satu panitia penerimaan CPNS dari BKD kab HSU Taufik. sementara itu saat ditanya kapan pelaksanaan penerimaan CPNS akan dimulai. Taufik mengatakan bahwa berdasarkan keputusan dari BKD propinsi beberapa hal lalu, diputuskan pengumuman penerimaan CPNS tahun 2009 akan dilakukan tgl 23 oktober dan pendaftarannya akan dimulai pada tgl 26 oktober 2009.

        adapun untuk tempat pendaftaran tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya yakni di BKD HSU yg berlokasi di depan plaza Amuntai setiaphari kerja.

        Taufik juga menginformasikan bahwa untuk penerimaan CPNS tahun 2009 ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara mendapat jatah sebanyak 380 org yang dimasukan kedalam beberapa formasi seperti formasi tenaga kesehatan, tenaga pegajar/ guru dan tenaga teknis lainnya

        mengenai persyaratan pendaftaran tdk banyak berubah dengan tahun-tahun sebelumnya yakni usia tdk lebih dari 35 tahun dan melengkapi persyaratan administrasi seperti memperlihatkan kartu pencari kerja/kartu kuning dan ijazah yg ia miliki serta membuat surat permohonan untuk menjadi peserta CPNS

         

        Formasi  CPNS Untuk Tenaga Pendidik

        Kabupaten Hulu SUngai Utara

         

        No

        Nama Jabatan

        Kualifikasi Pendidikan

        Gol. Ruang

        Alokasi

        1

        Guru Kelas SD

        -          D II PGSD

        -          S 1 PGSD

        II/b

        III/a

        43

         

        2

        Guru PAI

        -          S1 PAI

        -          S1 Agama Islam dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        9

        3

        Guru Penjaskes

        -          S1 Penjaskes

        -          S1 Penjaskes dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        22

        4

        Guru B. Inggris

        -          S1 Pend. B. Inggris

        -          S1 Pend. B. Ingg dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        21

        5

        Guru PPKN

        -          S1 PPKN

        -          S1 Pend. Kewarganegaraan

        III/a

        7

        6

        Guru B. Indonesia

        -          S1 Pend. B. Indonesia

        -          S1 Pend. B. Indonesia dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        11

        7

        Guru Matematika

        -          S1 Pend. Matematika

        -          S1 Pend. Matematika dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        12

        8

        Guru Sejarah

        -          S1 Pend. Sejarah

        -          S1 Pend. Sejarah dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        7

        9

        Guru Geografi

        -          S1 Pend. Geografi

        -          S1 Pend. Geografi dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        7

        10

        Guru Ekonomi

        -          S1 Pend. Ekonomi

        -          S1 Pend. Ekonomi dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        6

        11

        Guru Kewira usahaan SMK

        -          S1 Pend. Ekonomi

        -          S1 Pend. Eko koperasi dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        1

        12

        Guru Fisika

        -          S1 Pend. Fisika

        -          S1 Pend. Fisika dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        12

        13

        Guru Biologi

        -          S1 Pend. Biologi

        -          S1 Pend. Biologi dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        6

        14

        Guru BP/BK

        -          S1 Pend. BP / BK

        -          S1 Pend. BP / BK dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        3

        15

        Guru Sosiologi

        -          S1 Pend. Sosiologi

        -          S1 Pend. Sosiologi dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        2

        16

        Guru Antropologi

        -          S1 Pend. Antropologi

        -          S1 Pend. Antropologi dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        1

        17

        Guru Kimia

        -          S1 Pend. Kimia

        -          S1 Pend. Kimia dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        3

        18

        Guru Kesenian

        -          S1 Pend. Kesenian

        -          S1 Pend. Seni dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        4

        19

        Guru Keterampilan

        -          S1 Pend. Keterampilan

        III/a

        2

        20

        Guru TIK

        -          S1 Pend. Komputer

        -          S1 Ilmu Komp dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        7

        21

        Guru Tata Busana

        -          S1 Pend. Tata Busana

        -          S1 Tata Busana dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        2

        22

        Guru Produktif Elektro

        -          S1 Pend. Elekrto

        -          S1 Teknik Elektro/Elektronika dan Akta IV/ sertifikat profesi

        III/a

        2

         

         

          Jumlah

         

        190

         

        Selengkapnya syarat & contoh lamaran Bisa dilihat di Papan Pengumuman Dinas Pendidikan dan BKD Kab.HSU


        @2009 Tik. Naje

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        "Merenung" oleh : Rakhiman Syaban, S.Pd Guru B. Inggris SMK Negeri 1 Amuntai http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=10212 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=10212 Wed, 14 Oct 2009 09:23:59 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Artikel http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=10212 Akal. Ya, akal lah yang menjadikan manusia begitu berbudaya seperti sekarang. Lompatan peradaban yang luar biasa telah dilakukan manusia. Jauh melewati perkembangan naluriah semata yang dipunyai binatang misalnya. Sarang burung tetaplah seperti itu dari jaman dulu, berbeda dengan rumah manusia yang kita bisa saksikan sedemikian modernnya sekarang.

        Namun di samping potensi untuk kebaikan, akalpun bisa digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan maksiat bahkan kehancuran peradaban manusia itu sendiri. Akal bisa digunakan berpikir untuk menciptakan perdamaian dunia, tapi juga bisa untuk mencari cara menghancurkan suatu bangsa bahkan ummat manusia.

        Mari kita coba menggunakan akal untuk mencari, mendapatkan, menciptakan kemajuan bagi perkembangan diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan umat manusia. Sepakat?

        Ok. Mari kita mulai dari hal yang kecil, dari diri kita sendiri dan kita lakukan sekarang juga.....

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        Pelajar Amuntai ke Lomba Tingkat Nasional http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=10093 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=10093 Mon, 12 Oct 2009 14:35:42 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Informasi http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=10093 Keberhasilan meraih juara itu pula, pelajar SMA Negeri 1 Amuntai, ditetapkan oleh panitia untuk mewakili Kalsel dalam lomba yang sama di tingkat Nasional, yang rencanaya akan digelar pada tanggal 20 sampai 30 Juni mendatang.


        Guru pembimbing para pelajar tersebut M Noor menuturkan, keberhasilan ini merupakan suatu kebanggan bagi daerah, dan keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) serta Disdik setempat.

        Pada hari itu siswa yang berhasil tersebut menyerahkan tropi juara kepada pihak sekolah yang berlangsung di halaman SMAN 1 Amuntai.

        M Noor menjelaskan, tim dari SMAN 1 Amuntai yang berhasil keluar sebagai juara umum dalam lomba cerdas yang diperlombakan bidang pelajaran PPKN, itu beranggotakan sebanyak 10 orang siswa, yang diantaranya, Rosy Amrina, Fery Bahtiar, Yandi, Sandi, Milna  Nor Adhia, Aulia Hairina, Visca Agustia dan Vitrian Martha, M Syakib, Erma Yunida.

        Lebih lanjut M Noor menambahkan, keberhasilan tim siswa SMAN 1 Amuntai, selain atas kerja keras seluruh siswa itu sendiri, juga tak terlepas dari dukungan penuh dari Pemkab HSU, yang telah memberikan bantuan akomodasi keberangkatan dan lain sebagainya.

        Sementara itu, terpisah Plh Disdik HSU Drs Dwi Hadi Saputera M.Si, menyatakan, pihaknya bersyukur dan bangga dengan berhasilnya siswa kabupaten ini menjadi juara ke tingkat Nasional.

        ``Alhamdulillah tim kita berhasil memberikan yang terbaik bagi daerah, dan nantinya akan mewakili ke tingkat Nasional,’’ ujarnya.


        Dwi menambahkan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya kepada siswa maupun para tenaga pengajar untuk terus meningkatkan kualitas guna memajukan pendidikan, seperti melalui kegiatan ekstra kulikuler, yang diharapkan dapat memacu semangat siswa.

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        Penelitian tindakan kelas, Suatu cara menuju Guru Profesional oleh Suhadi Guru IPA SMPN 4 Amuntai http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=10086 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=10086 Mon, 12 Oct 2009 14:08:09 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Pengetahuan http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=10086 Penelitian tindakan kelas menyediakan suatu metode pengembangan profesi yang bersifat sistematis. Saat melaksanakan penelitian tindakan kelas, guru akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan dirinya sendiri tentang metode apa yang dapat dipakai untuk memperbaiki kondisi ini, strategi apa yang harus dilakukan, keterampilan mengajar apa yang harus saya lakukan, teknik penilaian yang bagaimana yang paling tepat untuk mengatasi persoalan ini, dst. Guru berkesempatan untuk melakukan inkuiri atas pembelajaran di kelasnya, merancang pembelajaran yang lebih baik, mengumpulkan data-data sebagai bahan analisis, dan merefleksinya sebagai bahan untuk tindakan selanjutnya. Penelitian tindakan kelas juga dapat dikatakan sebagai pengambilan tindakan untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar melalui studi yang sistematis terhadap tindakan tindakan yang telah diambil dan konsekuensi-konsekuensinya. Penelitian tindakan kelas yang pada hakikatnya termasuk penelitian terapan ini dengan demikian, dirancang oleh guru (praktisi pendidikan) yang mengambil dan menganalisis data yang mereka dapatkan dari kelas mereka masing-masing. Penelitian tindakan kelas selanjutnya akan membawa guru ke tingkat keprofesionalan manapun yang guru bersangkutan inginkan. Saat ini, sebagian besar guru merasa masih belum mampu melakukan penelitian tindakan kelas. Ketidakmampuan mereka itu lebih disebabkan oleh ketidakmauan dan ketidakpercayaan akan diri sendiri untuk mencoba, padahal penelitian tindakan kelas bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        REMAJA DAN PERMASALAHANNYA Oleh : Fitriansyah.S.Pd Pengawas Bimbingan & Konseling http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9678 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9678 Wed, 7 Oct 2009 15:06:28 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Artikel http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9678

        Usia remaja merupakan masa transisi / peralihan yang terbentang
        Sebuah titian masalah-masalah , bersama dengan pengalamannya untuk mengantar seorang remaja menjadi dewasa. Terjadilah suatu proses menuju pematangan intelektual, seni, spritual, dan jasmani guna membentuk kejelasan jati diri saat menghadapi keraguan siapa sebenarnya dirinya . Maka akan timbullah gejolak emosi, tekanan jiwa serta kebinggungan mencari panutan/sang idola.
                  Remaja adalah generasi muda sebagai tulang punggung bangsa dan negara merupakan generasi penerus perjuangan bangsa , dipundak remajalah masa depan agama dan negara ini. Itulah selintas harapan generasi tua yang dititipkan pada generasi muda. Soekarno presiden pertama Indonesia menaruh harapan besar pada generasi muda,  beliau pernah berujar. " Beri aku sepuluh saja pemuda yang tangguh, niscaya aku mampu menguncangkan dunia" Betapa besarnya perhatian bapak preseden kita saat itu pada remaja.

        Tidak dapat dipungkiri sekarang ini jugapun banyak remaja kita yang sudah berprestasi, berkarya mengharumkan nama bangsa tidak saja negara Asean bahkan menjajaki internasional.seperti di pertandingan olympida di cina baru – baru tadi. Sejuta prestasi remaja kita terukir yang membawa nama harum bangsa dan negara dibidang olahraga, budaya , dll di manca negara.

        Namun di era modernisasi arus globalisasi dan informasi tanpa batas ini cenderung tiada terkontrol dia menembus lorong – lorong jiwa yang mencari jati diri dan ini sering mempengaruhi jiwa – jiwa kelana yang berpetualang yang haus keingintahuan tak ingin disebut ketinggalan zaman. Itulah gejolak masa muda .    gejolak darah mudanya ia berusaha mencari jati diri dari orang –orang yang menjadi sang idolanya tanpa mempertimbangkan siapa dan bagaimana sang idola tersebut, ia mencoba mengikuti dan meniru penampilan tokoh yang diidolakannya sayangnya, ia meniru segi kulitnya saja ( rambutnya, anting-antingnya, bajunya, dll) jarang meniru jejak perjuangannya, profesionalitas, keberhasilannya. Dewasa ini cenderung menjadi idolanya para penyanyi, seleberiti, artis senetron dsb. Sebagian remaja dengan

        Memang usia remaja merupakan masa transisi / peralihan yang terbentang sebuah titian masalah-masalah , bersama dengan pengalamannya untuk mengantar seorang remaja menjadi dewasa. Terjadilah suatu proses menuju pematangan intelektual, seni, spritual, dan jasmani guna membentuk kejelasan jati diri saat menghadapi keraguan siapa sebenarnya dirinya . Maka akan timbullah gejolak emosi, tekanan jiwa serta kebinggungan mencari panutan/sang idola. Saat keraguan dan tekanan jiwa menyelimuti jiwa remaja itulah , sebagian remaja sering hanyut dari ajakkan teman dekatnya. Apabila teman dekatnya berprilaku positif menjadilah ia remaja berpola sikap positif , apabila teman dekatnya berprilaku negatif terpengaruhlah, maka jadilah berpola dan berprilaku  negatif.

        Perlu diketahui, bahwa tidak ada yang dapat merubah perilaku negatif remaja kecuali dirinya sendiri dibantu bimbingan orang tua atau guru yang dapat menyiapkan diri menjadi sang idolanya, menjadi idaman sanubari remaja sebagai insan yang diikuti dan ditiru/diteladani.

        Penyebab seorang remaja melakukan tindakan negatif adalah karena tidak tersalurnya atau tidak terkendalinya darah mudanya/gejolak kejiwaan meluap-luap sehingga menimbulkan gangguan kejiwaan. Hal ini juga didukung oleh prilaku   emosi remaja diantaranya :

        Pertama  sikap remaja itu suka menentang . Remaja cendrung melawan otoritas / memberontak sistem kehidupan yang menurutnya tidak sesuai. Seorang anak kecil akan taat pada perintah orang tuanya tanpa banyak bertanya, tetapi remaja akan lebih banyak bertanya” mengapa begini” mengapa begitu” bukankah lebih baik begini”.Jika  orang tua/guru tidak mengerti cara berfikir kausalitas remaja maka mereka akan mendapat perlawanan dan bantahan. Orang tua /guru bijak sikap menentang remaja dapat diarahkan pada pekerjaan betul-betul menentang yang menarik dan bermamfaat bagi remaja itu.

        Kedua  sikap remaja mencari perhatian . Mempunyai perhatian yang besar terhadap dirinya sendiri untuk ditonjolkan. Remaja putra ia ingin diperhatikan remaja putri atau sebaliknya. Sehingga disini mulai memperhatikan bagaimana mode yang sesuai dirinya, mulai dari cara berpakaian,make up, mode rambut tidak jarang remaja putri membawa cermin ,  bedak dsb ke sekolah. Bila berlebihan sungguh dapat berakibat buruk terhadap perilaku seorang remaja.

          Menarik perhatian dapat menimbulkan makna positif dan dapat juga makna negatif. Orang tua/guru bijak dapat mengarahkan sikap menarik perhatian untuk membantu kegiatan – kegiatan yang bermanfaat di kampung / di sekolah.

        Ketiga remaja butuh akan cinta . Ia mengenal namanya cinta.merasakan getaran yang menyenangkan bila bertemu dengan lawan jenis yang disukainya dan ini hal yang alamiah yang dilalui tanpa proses itu manusia akan punah. Bila gejolak remaja menterjemahkan cinta terlalu berlebihan dengan gejolak masa remaja akan berakibat fatal bisa bermakna negatif.  Orang tua/guru yang bijak harus mampu mengalihkan pandangan cinta kepada cinta pada orang tua, cinta pada guru, cinta pada cita-cita/masa depan dan sesungguhnya cinta  suci yang  hakiki /sesungguh cinta abadi hanya pada Allah.

        Keempat remaja terikat dengan kelompoknya . Remaja dalam kehidupan sosialnya sangat tertarik pada kelompok sebayanya.sehingga tidak jarang orang tua dinomor duakan. Dia patuh akan kata-kata temannya daripada orang tua/gurunya, remaja juga ingin berbuat  hal yang sama dengan    pimpinan kelompok harus bertanggungjawab, yang menjanjikan masa depan lebih baik. kelompoknya, ingin punya pengalaman yang sama dengan anggota kelompoknya.seperti berkenalan, berpacaran, berdiskusi, berkarya,mirif sang jagoan/ berkelahi. Sehingga sebutan /panggilan apapun dijuluki temannya ia merasa bangga katanya sebuah kehormatan. Disinilah terdapat loyalitas yang kuat, sehingga sikap pemimpin kelompok sangat menentukan . beruntunglah bila pemimpin kelompok itu seorang yang agamis. Orang tua/guru yang bijak melihat gejolak pemimpin kelompok yang bersikap negatif harus mampu mengarahkan dan mempengaruhi agar secepatnya meninggalkan kelompoknya dan membuatkan kelompok baru yang agamis yang

        Kelima ingin tahu dan mencoba . Hasrat ingin tahu dan mencoba remaja yang hal baru sangat besar dan mendesak- desak dalam diri remaja. Misal ada album lagu baru ia ingin segera membelinya lebih awal, ada remaja kita sebagian banyak yang mencoba obat-obat terlarang. Sikap remaja ingin tahu bisa bersikap positif dan negatif. Orang tua/guru yang bijak keingin tahu dan mencoba ini harus ditujukkan hal sebenarnya. Misalnya mengenalkan ” obat terlarang “itu kepada remaja dan diskusikan apa manfaat dan apa akibatnya, serta apa kesimpulan diskusi ? dengan akal fikirnya remaja mampu menyerap hasil kesepakatan diskusi dan dengan segera ia akan menjauhi dan tidak akan ingin tahu karena memang sudah tahu,  apalagi ingin mencoba tidak lagi karena memang sudah tahu akibatnya.

        Kelima hal diatas didukung oleh lingkungan yang serba materialis  kecemasan, depresi, penyalahgunaan narkoba dan alkohol serta keretakan kepribadian . Menurut Prof.Dr.dr. Dadang Hawari,DSJ ketua umum Ikatan Dokter Ahli jiwa Indonesia gejala gangguan kejiwaan dalam rangka kesehatan jiwa  kita harus mampu mengembalikan pada pandangan agama Islam dengan rukun Islam yang lima. Pandangan ini sangat berguna bagi mereka yang mau mengerti, menghayati dan mengamalkannya . didominasi oleh budaya barat, arus moderinisasi yang tidak terkendali akan cepat menganggu gejala gangguan kejiwaan (mental disorder ) merupakan penyakit dengan ciri seseorang tidak lagi mampu berfungsi wajar dalam kehidupan sehari – hari. Dari sekian banyak jenis gangguan jiwa terdapat empat yang utama;

        Ø Membaca syahadat.jadi segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali kepada Nya.

        Ø Percaya pada Al Quran. Sesungguhnya Alquran memberi petunjuk pada jalan yang lurus dan membawa kabar gembira untuk orang – orang mukmin yang beramal saleh.

        Ø Shalat. Para ahli strees mengatakan : Peluklah agama, yakini dan amalkan sehingga Anda akan memperoleh kesucian dari pada Nya. Usahakan setiap hari untuk menenangkan pikiran dengan shalat.

        Ø Puasa. Bukan hanya sekedar menahan haus dam lapar, tetapi puasa pelatihan guna mencegah daripada oerbuatan munkar yang merugikan orang lain ataupun diri sendiri.

        Ø Pergi haji. Merupakan perjalanan spritual/ibadah yang Insya Allah dapat menenteramkan hati dan lebih dekat dengan tuhan yang maha Esa.

        Ternyata penelitian membuktikan bahwa kebutuhan dasar manusia tidak terpisahkan dengan kebutuhan agama, yaitu “ Basis Spiritual Needs “ atau kebutuhan dasar ruh.

        R emaja merupakan kelompok manusia yang penuh potensi berdasarkan catatan sejarah, remaja Indonesia penuh vitalitas, semangat patriotisme dan negara inipun telah disusun di atas jerih payah remaja ,bahkan pengorbanan jiwa raga remaja tempo dulu. Sekarang remaja banyak berpartisipasi dalam pembangunan. Untuk itu perlu diciptakan iklim yang sehat, sehingga memungkinkan kreativitas positif generasi muda berkembang dengan wajar dan bertanggungjawab.Disinilah perlu adanya usaha – usaha guna menghindari remaja dari narkoba dan sejenisnya dan usaha- usaha guna mengembangkan remaja seoptimal mungkin untuk melibatkannya dalam proses pembangunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

               Sumber :        -     buku menanggulangi remaja kriminal ( islam sebagai    alternatif)

              Penerbit Nuansa  Bandung.

        -     buku Problematika remaja dan solusinya dalam islam penerbit at tibyan

        -     buku Psikologi remaja petunjuk bagi guru dan orang tua penerbit pustaka setia

              bandung.

         

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        Siswa/siswi Terbaik HSU Tahun 2009 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9595 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9595 Tue, 6 Oct 2009 20:39:13 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Informasi http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9595 Pada hari kamis 13 agt 2009 kemaren bertepatan hari jadi prop. kalsel, Bapak Gubernur kalimantan selatan H. Rudi Arifin menyerahkan bea siswa kepada siswa/siswi nilai tertingi UN di setiap kabupaten/kota dalam 7 tingkat sbb :

        1. Tingkat SD 1 sd 3 @ 15.000.000 jumlah 45.000.000
        2. Tingkat MI 1 sd 3 @ 15.000.000 jumlah 45.000.000
        3. Tingkat SMP peringkat 1 sd 3 @ 21.000.000 jumlah 63.000.000
        4. Tingkat MTs peringkat 1 sd 3 @ 21.000.000 jumlah 63.000.000
        5. Tingka SMA peringkat 1 sd 3 @ 50.000.000 jumlah 150.000.000
        6. Tingkat SMK peringkat 1 sd 3 @ 50.000.000 jumlah 150.000.000
        7. Tingkat Ma peringkat 1 sd 3 @ 50.000.000 jumlah 150.0000

        TOTAL 666.000.000

        bea siswa ini diberikan dgn harapan tidak ada lg alasan ekonomi bagi siswa/siswi yg punya potensi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yg lbh tinggi.

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        Diskusi remaja "Problematika cinta dan kesehatan Reproduksi remaja" http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9548 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9548 Tue, 6 Oct 2009 12:21:33 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Pora http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9548 Pemutaran VCD tentang Aborsi menjadi pengantar acara ini. Dengan dipandu Titi Qamariah, SE dan menghadirkan Ibu Sri Wahyanti Maulida, A.Md.Keb dari Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kab. HSU dan Ustadzah Khairiyatus Sa’idah, S.Pd dari MHTI DPD II HTI Kab. HSU, diskusi berlangsung hangat dan menarik. Peserta mengungkapkan permasalahan pergaulan yang mereka hadapi. Ibu Sri Wahyanti Maulida, A.Md.Keb memaparkan tentang bahaya pergaulan bebas dari sudut pandang Kesehatan Reproduksi dan menekankan pentingnya remaja mendapatkan informasi yang benar dan bimbingan dari orang tua. Sedangkan Ustadzah Khairiyatus Sa’idah, S.Pd menekankan pentingnya remaja mengkaji Islam agar tidak terseret dalam pergaulan bebas serta perlunya kerja bersama semua elemen untuk mewujudkan sistem pergaulan yang Islami.

        Sebanyak 130 peserta yang terdiri dari siswi-siswi SMP/MTs dan SMA/SMK/MA sekabupaten HSU dengan didampingi guru pembimbing dari sekolah masing-masing serta mahasiswi STIA, STIQ dan STAI RAKHA antusias mengikuti acara ini. Mereka juga berharap MHTI DPD II HTI HSU mengadakan lagi acara yang serupa dan bersedia mengikuti pembinaan yang ditawarkan MHTI. Acara ini diliput oleh stasiun TV daerah, Amuntai Televisi (AMTV). (MHTI Amuntai)

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/
        UAN di SMPN 1 BANJANG http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9544 http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9544 Tue, 6 Oct 2009 12:02:50 +0700 DISDIKBUD HSU-AMUNTAI Informasi http://disdikhsu.org/?pg=articles&article=9544 Akhirnya, untuk yang pertama kalinya SMP Negeri 1 Banjang berhasil mengadakan UAN pada tahun 2009 sejak didirikan 01 Agustus 2006. Tampak dari gambar terlihat beberapa orang polisi sedang berjaga-jaga mengantisipasi segala hal yag tak diinginkan

        UAN yang pertama kalinya ini diikuti oleh 11 orang siswa. Memang pada dasarnya, secara administratif, SMP Negeri 1 Banjang tidak bisa melaksanakan Kegiatan UAN itu dikarenakan syarat untuk melakukan kegiatan tersebut, siswanya harus mencapai 20 orang. Tapi dikarenakan jarak, keamanan, tempat, dan lain-lain yang jadi pertimbangan, akhirnya oleh Dinas Pendidikan Kab. HSU memberikan kebijakan kepada SMP Negeri 1 Banjang untuk melaksanakan UAN di sekolah asalnya walaupun syarat 20 orang tadi tidak terpenuhi.

        ]]>
        http://disdikhsu.org/rss-comments/